26 Februari 2026.
26.02.2026.
26.02.2026.
Such a pretty date, right?
Simetris. Rapi. Cantik banget sampai rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja. hehehe
On a date this beautiful, I found myself getting a little emotional playing one worship song on repeat all day:
“Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu.”
Here are the lyrics:
Siapakah aku di hadapanMu Tuhan
Kau curahkan cintaMu
Apakah artiku bagiMu
CintaMu setia selalu
Pantaskah ku menyambut tubuh darahMu
Karna banyak dosaku
Sering ku ingkari cintaMu
Dalam langkah hidupku
Ampunilah aku ampuni kelemahanku
Ampuni dosaku dalam kerahimanMu
Agarku mampu wartakan kasihMu
Di dalam hidupku
Bersihkan hatiku dengan sucinya cintaMu
Jadikan hatiku istana cintaMu
Tempat yang layak untuk bersemayam
Tubuh dan darahMu
♥️♥️♥️
Liriknya simple, but deeply meaningful.
It speaks about longing — kerinduan untuk dibentuk, untuk dibersihkan, untuk dijadikan pribadi yang lebih baik. Bukan cuma lebih baik di luar, tapi from the inside.
It’s a quiet reminder — untuk mempersiapkan hati, membersihkan hati dari ego, merapikan ruang-ruang yang berantakan. Letting go of things that don’t belong there.
Aku yang selalu menyebut diriku Princess Yeori :P
Hari ini jadi berpikir…
Maybe being a princess isn’t about living in a castle, but about building one inside my heart.
Not a perfect heart — but a prepared one.
Karena istana bukan soal megahnya, but about being ready to be lived in.
Dan mungkin, menjadi Princess Yeori yang sebenarnya bukan tentang mahkota, tapi tentang hati yang siap menjadi istana bagi cinta-Nya. ♥️♥️♥️
On this beautiful date, 26.02.2026, my prayer is simple:
"Jesus, prepare my heart. Make it worthy. Jadikan hatiku istana cinta-Mu."
Amin.
Because even a princess needs to prepare her castle,
And maybe growing simply means learning to make space for His love.🌷
Comments
Post a Comment