Skip to main content

Posts

March 6: The Day I Celebrate Myself

6 Maret selalu terasa spesial buat aku. Bukan karena ada perayaan ulang tahun. Tapi karena di tanggal itu, tahun 2013, aku lulus sidang skripsi. -Flashback- Pagi itu, dalam perjalanan menuju kampus untuk sidang, lagu “When You Believe” tiba-tiba terdengar diputar di bus TransJakarta. Dan di momen itu liriknya terasa sangat pas dengan keadaan hatiku saat itu: “There can be miracles, when you believe…” Di tengah rasa deg-degan dan semua ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi hari itu, rasanya seperti Tuhan sedang mengirimkan satu pesan sederhana: Percaya saja dulu. 😇 Maybe God knows my weakness: Just give me one small sweet moment, and I’ll start romanticizing life... quietly smiling to myself. Hahahaha -Flashback end- Kalau dipikir-pikir sekarang, saat itu aku sebenarnya belum tahu masa depan akan seperti apa. Everything still felt uncertain. Banyak tanda tanya, banyak kemungkinan, banyak jalan yang belum terlihat jelas. But that day marked something important. It was the moment ...
Recent posts

26.02.2026 — A Beautiful Date and A Gentle Reminder

26 Februari 2026. 26.02.2026. Such a pretty date, right? Simetris. Rapi. Cantik banget sampai rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja. hehehe On a date this beautiful, I found myself getting a little emotional playing one worship song on repeat all day: “Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu.” Here are the lyrics: Siapakah aku di hadapanMu Tuhan Kau curahkan cintaMu Apakah artiku bagiMu CintaMu setia selalu Pantaskah ku menyambut tubuh darahMu Karna banyak dosaku Sering ku ingkari cintaMu Dalam langkah hidupku Ampunilah aku ampuni kelemahanku Ampuni dosaku dalam kerahimanMu Agarku mampu wartakan kasihMu Di dalam hidupku Bersihkan hatiku dengan sucinya cintaMu Jadikan hatiku istana cintaMu Tempat yang layak untuk bersemayam Tubuh dan darahMu ♥️ ♥️ ♥️ Liriknya simple, but deeply meaningful. It speaks about longing — kerinduan untuk dibentuk, untuk dibersihkan, untuk dijadikan pribadi yang lebih baik. Bukan cuma lebih baik di luar, tapi from the inside. It’s a quiet reminder — untuk mempers...

01.10 edisi menuju November

Setelah bulan Sadtemberlalu~ perlahan suasana hatiku ikut berubah. Bulan kelabu itu akhirnya berlalu~ yeay! dan hari ini  menyambut hari pertama di bulan Oktober - 1 bulan sebelum bulan kesukaanku (re: November). Edisi menuju November, dengan tema besar yang sudah diingatkan sejak awal Sadtember, yaitu: p ercaya pada kuasa Doa. Believe it or not, dari awal sampai akhir Sadtember, aku selalu diingatkan hal ini terus. Mungkin Tuhan melihat aku berpotensi tawar hati di bulan kelabu kemarin yang membuatku merasa sedih tanpa sebab. Hahahaha. Engga gitu deh.  Semua perasaan negatif seperti sedang mencari perhatian. Tapi aku kembali teringat dengan pelajaran yang aku petik di tahun lalu: "selama bukan Tuhan yang hilang dari hidupmu maka kamu akan baik-baik saja." Dan itu selalu jadi reminder paling kencang saat hati terasa tidak menentu. Kadang muncul rasa kehilangan yang gajelas. Aku bahkan gatau apa yang hilang, siapa yang hilang, atau jangan-jangan aku sendiri yang menghilang? ha...

Sadtember

Dunno why September selalu jadi bulan paling penuh sadness. 🥲 Aneh tapi nyata dan selalu begitu. Semacam ada perasaan sedih, seperti kehilangan sesuatu yang aku gatau apa, sulit dijelaskan tapi beneran se-aneh itu.  Kira-kira ilustrasinya seperti ini:  Berdiri di atas hamparan salju sambil menatap aurora yang menari di langit sunyi. Udara dingin, hening, hingga terasa seperti berada di dunia yang tidak nyata. Backsound: Coldplay - Fix you Aku percaya pada kalimat ini (yang aku lupa dapat darimana): “kekuatanmu tidak akan pernah mampu mengubah rencana Tuhan atas hidupmu.” Yes, i do believe.  Semoga perasaan sedih (yang entah karena apa) ini perlahan menjauhiku. Gamau mengundang “tears” lagi kecuali happy tears. May God grant me relief, peace, calmness, and wisdom, so that I no longer find myself whispering, “wake me up when September ends.” 🥂

What God Reminded Me at 2:34 AM

Aku terbangun jam 2.34 pagi, dan tiba-tiba teringat satu kalimat dari Ps. Juan Mogi: Ga perlu kejar berkat, tapi kejar sumber berkat. Rasanya seperti ada guidance untuk menulis ini. Aku percaya Tuhan mau kasih reminder , mungkin pertama-tama buat aku sendiri. Ada tiga poin yang Tuhan taruh di hatiku: Kita ga perlu melakukan sesuatu untuk menarik perhatian supaya di- notice dan akhirnya dapat validasi dari orang lain. Kita ga perlu melihat semua hal dari kacamata kompetisi dengan orang lain. Kita ga perlu jadi orang jahat hanya untuk membalas yang jahat. Kenapa? Karena hidup seperti itu melelahkan. Tidak ada damai dan sukacita. Oops ini menurutku ya. Maksudku, kita ga perlu sibuk cari spotlight , tapi sebaliknya jadilah magnet berkat dengan cara mengejar sumber berkat. Maka yang kita kejar bukan validasi dari orang lain sehingga fokus kita tertuju untuk menyenangkan hati Tuhan, which is kita akan melakukan hal-hal baik. Mengejar yang kekal selalu lebih berkelas.  Setiap orang puny...

A Silent Hug from God

This song found its way into my mind and made a home in my soul. It won’t leave—and I don’t want it to. Every note feels like Jesus whispering, “I’m here.” Like arms unseen, wrapping me in a peace I didn’t know I was missing. Here’s the song that’s been echoing in my soul lately. Come Holy Spirit by City Harvest Church Verse Come Holy Spirit fall on me now I need Your anointing come in Your power I love You Holy Spirit, You’re captivating my soul And everyday I grow to love You more Chorus I’m reaching for Your heart You hold my life in Your hands Drawing me closer to You I feel Your power renews Nothing compares to this place Where I can see You face to face I worship You in Spirit and in truth This song isn't just a melody; it's a prayer. I didn’t realize how much I needed that hug from heaven. But He did. And He came—with a song. ❤️❤️❤️ As I listened, I found myself wondering: "Jesus, what are You trying to whisper to me through this song?”

Not Every Soul Speaks Your Language

That doesn’t mean someone is a bad person. But maybe the way they get angry, the way they handle their emotions, doesn’t feel safe in your heart. And that’s okay. Not every soul speaks your language. So if you ever find someone whose silence doesn’t scare you, whose anger doesn’t bruise you, and whose presence feels like peace, hold them close. That kind of comfort is rare. And you, are lucky to have found it.